Ku
buka pagi ini dengan pena ku
Pena
kecil yang runcing
Menari
nari di atas kertas putih
Melukiskan
semua kehidupan yang ku alami
Tinta yang menggores
Bagaikan pisau menggores hati
Meratapi masa lalu..
Masa
lalu yang pahit manis
Takan
ku sesali
Takan
ku tangisi
Tulisan
tentang kisah kita
Yang
terangkum dalam memory
Jarak bukanlah pemisah kita
Tapi kepercayaan yang satukan
kita
Persahabatan yang mendarah
daging
Kini kandas di terpa badai
sangka
Sepintas
air di awan
Yang
menetes atas kesedihan
Karna
pisau yang kau tancapkan
Menusuku
dari balakang
Sobat
Lama ku mengnalmu
Lama pula ku dapati
Kiasan yang cocok menghujam raga
Apakah
aku kalah
Ataukah
aku emang lemah
Kau
hancurkan persahabatan ini
Dengan
prasangka tak baik
Pergilah sobat
jIka itu ingin mu
Aku akan merelakan semua ini
Demi sebuah nama
Persahabatan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar